Dibalik Harga Kubah Galvalum Masjid Raya Riau

Dibalik Harga Kubah Galvalum Masjid Raya Riau

Dibalik Harga Kubah Galvalum Masjid Raya Riau

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,selamat pagi, di pagi yang cerah ini dalam keadaan yang sehat walafiat. Oke,di artikel ini masih membahas seputar Beberapa harga kubah galvalum masjid yang ada di wilayah Indonesia. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas sebuah masjid yang yang terletak di pulau Penyengat, Kota tanjung pinang, Provinsi Kepulauan Riau yaitu Masjid Raya Sultan Riau atau disebut juga dengan masjid sultan riau yang merupakan salah satu masjid tertua dan bersejarah di indonesia ini yang berada di pulau penyengat kota tanjung pinang provinsi kepulauan riau.

Masjid Kepulauan Riau ini merupakan salah satu masjid unik, dikarenakan salah satu campuran bahan bangunan yang digunakan adalah putih telur. Masjid Sultan Riau ini sudah menjadi situs cagar budaya yang diakui oleh pemerintah republik indonesia. masjid yang memiliki ketebalan dinding mencapai 50 cm ini merupakan salah satu peninggalan kerajaan riau yang masih utuh. Bahkan, hingga kini masjid itu masih dipergunakan oleh warga untuk beribadah. Luas keseluruhan kompleks Masjid yang memiliki harga kubah galvalum terjangkau ini sekitar 54,5 X 32,2 m persegi bangunan induknya berukuran 29,3 X 19,5 m dan ditopang oleh 4 tiang.

Di halaman masjid terdapat 2 buah rumah sotong yang diperuntukkan bagi musafir dan tempat penyelenggaraan musyawarah. lantai bangunannya tersusun dari batu bata yang terbuat dari tanah liat selain itu, di halaman masjid juga terdapat dua balai tempat menaruh makanan ketika ada kenduri atau untuk berbuka puasa ketika bulan ramadhan tiba. Masjid Sultan Riau ini dari dermaga panjang dan pelabuhan Sri Bintan Pura terlihat berwarna kuning cerah mencolok diantara bangunan lainnya di pulau penyengat, pulau kecil seluas 240 hektar itu 13 kubah dan 4 menara masjid berujung runcing setinggi 18,9 m yang dulu diperuntukkan oleh muazin untuk mengumandangkan panggilan adzan. Susunan kubah pada masjid tersebut bervariasi mengelompok dengan jumlah 3 dan 4 kubah badan tersebut dijumlahkan ia menunjuk pada angka 17 hal itu dapat diartikan sebagai jumlah rakaat dalam shalat yang harus dilakukan oleh setiap umat yang beragama islam dalam sehari.

Sejak dibangun tahun 1832 dengan bangunan beton yang kokoh seperti yang kita lihat sekarang ini masjid sultan riau pengingat ini tidak pernah direnovasi atau diubah bentuknya. Masjid ini mulai dibangun sekitar tahun 1761 sampai 1812. pada awalnya, masjid ini hanya berupa bangunan kayu sederhana berlantai batu bata yang hanya dilengkapi dengan sebuah menara setinggi kurang lebih 6 meter. Namun seiring berjalannya waktu masjid ini tidak lagi mampu menampung jumlah anggota jemaah yang terus bertambah sehingga yang di-pertuan muda raja Abdurrahman atau sultan kerajaan riau pada 1821-1830 empat berinisiatif untuk memperbaiki dan memperbesar masjid tersebut. keistimewaan dan keunikan masjid ini juga dapat dilihat dari benda yang terdapat di dalamnya di dekat pintu masuk masjid utama pengunjung dapat menjumpai mushaf alquran tulisan tangan yang diletakkan di dalam peti kaca di depan pintu masuk mushaf ini ditulis oleh Abdurrahman Stambul benda lainnya yang menarik untuk kita lihat adalah sebuah mimbar yang terbuat dari kayu jati yang sangat tebal. Member ini khusus didatangkan dari jepara jawa tengah di dekat mimbar, masjid Sultan Riau ini tersimpan sepiring pasir yang konon berasal dari tanah makkah al-mukaromah. selain itu, masjid yang memiliki 7 pintu dan 69 ini juga dilengkapi dengan beberapa bangunan penunjang seperti tempat wudhu rumah soto dan balik tempat melakukan musyawarah.

Masjid raya sultan riau pulau penyengat ini memiliki tradisi unik untuk memperingati hari besar islam seperti tahun baru islam setiap tanggal 1 muharam yang ditandai dengan berkeliling kampung selama tiga hari tidak pada malam hari dengan Ratib saman. pada maulud Nabi muhammad SAW juga berkeliling kamu sebelum membacakan kitab al berjanji di masjid. selain itu juga pembacaan hikayat isra mi’raj Nabi Muhammad saw saat peringatan isra mi’raj masjid Raya Sultan Riau atau masjid raya pengingat ini ditetapkan oleh pemerintah sebagai cagar budaya dalam 16 situs sejarah lainnya di pulau milik engku putri ini. Harga kubah galvalum Masjid Sultan Riau ini senantiasa menarik perhatian para pengunjung dari berbagai daerah terutama di saat bulan suci. ramadan. Pengunjung berbagai daerah di indonesia peserta dari mancanegara terutama dari opera dan malaysia berdatangan ke masjid ini untuk melakukan salat mandi keindahan masjid tua ini.


Leave a Reply