Mengajak Anak Bercermin Dapat Menambah Interaksi Anak

Mengajak Anak Bercermin Dapat Menambah Interaksi Anak

Tidak dapat disangkal, nyaris semuanya anak suka bercermin. Pertama kalinya lihat berwajah di kaca, seseorang anak tentunya juga akan memberikan ekspresi suka bahkan juga terperanjat. Mengapa sekian? Karna biasanya anak-anak, terlebih untuk mereka yang berumur dibawah lima th., begitu suka lihat muka dengan ekspresi spesifik. Tetapi seperti mana dengan larangan dari orangtua terdahulu yang melarang anak kecil, terlebih bayi untuk bercermin.

Mengajak Anak Bercermin Dapat Menambah Interaksi Anak

Banyak mitos yang mengedar kalau, seseorang bayi atau balita tidak bisa bercermin di kaca, karna mengakibatkan usia si anak jadi singkat, atau pendek usia. Mitos melarang bayi bercermin dapat diterangkan dengan logis, mungkin saja ketakutan orangtua bila rutinitas bayi melihat cermin, saat melihat ke air serta lihat dianya, bayi dapat masuk ke air serta jadi beresiko bila yang dipandangi air kolam serta anak itu terbenam. Larangan itu hanya mitos belaka, jikalau hal itu sempat berlangsung, itu cuma kebetulan saja, karna umur tiap-tiap manusia berada di tangan sang pencipta.

Rutinitas bercermin pada anak malah memberi efek yang cukup baik untuk buah hati. Bayi juga akan dapat mengetahui dianya serta dapat mengasah kekuatan emosinya. Saat bayi dapat mengetahui dianya, semakin lebih yakin diri, nantinya dewasa kelak ia juga akan jadi pribadi yang gampang bergaul. Walau menurut riset dalam umur yang masih tetap dibawah 9 bln., bayi belum juga dapat mengetahui berwajah waktu bercermin tetapi dapat tunjukkan ekspresi lucunya seperti tertawa atau tersenyum.

Bersamaan bertumbuhnya umur ia juga akan mengetahui kalau yang dipandanginya adalah berwajah sendiri. Seseorang Psikolog Anak Alumni Fakultas Psikologi Kampus 45 Makassar (saat ini jadi Kampus Bosowa), Diska lestari menyebutkan, aktivitas bercermin yang dikerjakan oleh seseorang anak, terlebih bayi dapat melatih ketrampilan si anak. “Untuk meningkatkan ketrampilan serta kekuatan hubungan anak, orangtua dapat lakukan stumulasi pada anak memakai cermin jadi medianya, ini juga akan mengajarkan anak untuk belajar membaca ekspresi muka orang, dan mendorong keterlibatan sosial anak dalam berhubungan dengan orang yang lain, ” terang Diska.

Rutinitas ini bisa dikerjakan selagi sebagian menit, tetapi mesti dengan pengawasan dari orangtua, supaya si anak terlepas dari beberapa hal yg tidak dikehendaki karna cermin terbuat berbahan yang dapat melukai anak bila pecah.


Leave a Reply